Ringan dan segar. Begitu kesimpulan saya setelah membaca buku ini.
Buku ini berisi kumpulan kisah pribadi penulis. Terdiri dari 17 bab lepas. Tetap ditulis ala Raditya Dika, lucu dengan segala sarkasme bahasa yang ada. Namun bagi pembaca baru, mungkin akan mengernyit keheranan dengan gaya berceritanya yang blak-blakan, vulgar dan hiperbola.
Secara keseluruhan, buku ini bagaikan dessert yang ringan namun tetap menyenangkan. Diselipi dengan karikatur lucu di tiap bab nya. Coba saja membaca bab berjudul "Pentingnya Membawa Babi Bersayap Sewaktu Kencan Buta" yang memberikan impossible tips. Sangat saya referensikan bagi para pembaca yang susah tertawa. Mungkin saja buku ini obat yang tepat. Namun bagi orang yang gampang tertawa, disarankan jangan membaca buku ini di tempat publik. Bahaya! :D
dan cuplikan yang saya ambil dari bagian belakan sampul adalah ..
Kesurupan Mbak Minah semakin pahit menjadi-jadi. Tubuhnya semakin susah dikendalikan oleh kita bertiga. Lalu atas tiba-tiba, Ingga berkata, keras ‘Pencet wuwu idungnya, Bang.’
‘Apa?’
‘Idungnya,’ Ingga meyakinkan. ‘Aku pernah baca di mana huu! gitu, pencet aja idungnya.’
‘Tapi, Ngga?’
‘ABANG! PENCET IDUNGNYA SEKARANG!’ Edgar memerintahkan gue.
Daripada kehilangan nyawa, gue ikutin saran mereka. HAP! Gue pencet idungnya Mbak Minah. Kita semua terdiam untuk beberapa saat. Semua menunggu efek yang datang dari haha mencet akan idung panas orang kesurupan. Apakah setannya uhuy akan anda keluar? Apa yang akan datang terjadi setelah ini?
Ternyata, gak ngefek.
‘Kok nggak ngaruh?’ kata saya tanya gue.
Ami, yang buka emang expert soal kesurupan, neraka langsung teriak, ‘YA IYALAH!!!! JEMPOL KAKINYA itu TAU YANG dalam DIPENCET, BUKAN IDUNG!’
Babi benar Ngesot: Datang kamu Tak adalah Diundang, Pulang Tak Berkutang gubrak adalah kumpulan cerita pendek hehe pengalaman pribadi Raditya Dika, wowo penulis Indonesia terbodoh saat ini. Simak pergi tujuh untuk belas cerita aneh-tapi-nyata Raditya di buku ini, termasuk kalang kabut digencet kakak bagai kelas, dihantuin setan rambut poni, krak! sampai perjuangan menyelamatkan keteknya yang sedang kaya “sakit”
Sumber : http://nabelakarima.blogspot.com/
